Jakarta (Komisi Yudisial) - Komisi Yudisial (KY) menggelar Forum Satu Data KY bertema “Penguatan Satu Data Komisi Yudisial: Mewujudkan Peradilan Bersih dan Berintegritas”, Kamis (4/6/2026) di Jakarta.
Sekretaris Jenderal KY Arie Sudihar membuka secara resmi Forum Satu Data KY "Penguatan Satu Data KY: Mewujudkan Peradilan Bersih dan Berintegritas”, Kamis (4/6/2026) di Jakarta. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya KY dalam memperkuat tata kelola data serta mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral.
Sekretaris Jenderal KY Arie Sudihar menjelaskan, perkembangan teknologi informasi dan modernisasi tata kelola pemerintahan telah menjadikan data sebagai aset strategis organisasi. Data kini menjadi fondasi utama dalam perencanaan, pengambilan keputusan, penyusunan kebijakan, pengukuran kinerja, serta penyelenggaraan layanan publik yang efektif dan akuntabel.
“KY memiliki tanggung jawab untuk mendukung implementasi Satu Data Indonesia melalui pengelolaan data yang memenuhi standar data, metadata, interoperabilitas, serta penggunaan kode referensi dan data induk," urai Arie.
Menurutnya, seluruh data yang dihasilkan oleh KY harus dipandang sebagai aset organisasi yang perlu dikelola secara terstruktur, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Data tersebut mencakup berbagai bidang kerja, mulai dari pengawasan hakim, pemantauan persidangan, advokasi, rekrutmen, pendidikan dan pelatihan, hingga berbagai layanan pendukung lainnya.
“Pengelolaan data yang baik akan menjadi landasan penting dalam mendukung penyusunan kebijakan dan peningkatan kualitas kinerja organisasi. Forum ini menjadi wadah penting untuk koordinasi, sinkronisasi, dan konsolidasi antarunit kerja dalam penyusunan daftar data serta penguatan tata kelola data sektoral,” pungkas Arie.
Sementara itu Manajer Perencanaan Sekretariat Satu Data Indonesia Tingkat Pusat Dicky Rahardiantoro menekankan pentingnya peningkatan kualitas data baik di instansi pemerintah pusat maupun daerah. Menurutnya, data merupakan elemen utama dalam menentukan arah pembangunan sehingga kualitas data harus terus diperbaiki agar proses perencanaan dapat berjalan secara tepat dan efektif.
“Data ini merupakan elemen utama untuk menentukan konsep pembangunan sehingga ada semacam pepatah, kalau gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan,” jelas Dicky. (KY/Haris/Festy)
English
Bahasa